Sunday, December 8, 2013

Tingkatan Organisasi Kehidupan : Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi , Komunitas dan Ekosistem


“Pada kesempatan kali ini, biologi kelas x sms .blogspot.com akan membahas mengenai organisasi kehidupan tingkat populasi dan komunitas. Postingan kali ini sengaja penulis suguhkan agar kalian dapat mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan hidup.”

Populasi merupakan sekumpulan individu yang sejenis yang berkumpul di suatu daerah tertentu pada waktu yang sama. Contoh dari populasi adalah sekumpulan belalang maka dinamakan populasi belalang, sekumpulan lebah dinamakan populasi lebah, sekumpulan sapi dinamakan populasi sapi, dan lain sebagainya.
Jumlah individu dalam suatu populasi dapat berubah dari waktu ke waktu. Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut, yaitu :


  1. Natalitas/ Kelahiran
  2. Mortalitas/ Kematian, dan
  3. Migrasi/ Perpindahani
Tingkatan organisasi kehidupan di atas populasi adalah komunitas. Komunitas merupakan kumpulan populasi yang menempati suatu wilayah yang sama dan saling berhubungan satu sama lain. Di dalam sebuah komunitas selalu ada interaksi, baikantara anggota spesies yang sma, maupun interaksi antar populasi yang berlainan.

Berbeda dengan komunitas, ekosistem merupakan interaksi dan hubungan saling memengaruhi antar organisame (komponen biotik) dengan lingkungnannya (komponen abiotik). Komponen biotic ekosistem terdiri atas produsen (tumbuhan), konsumen, detritivor, dan pengurai. Adapun komponen abiotik terdiri dari komponen dari lingkungan organisme-organisme di dalam ekosistem berada seperti tanah, udara, cahaya matahari, zat anorganik, dan air. Di dalam pola interaksi hubungan pada ekosistem ikut melibatkan terjadinya siklus biogeokimia, yakni peralihan sejumlah aliran energi dan juga rantai makanan. 

Lantas apa yang disebut dengan rantai makanan? 

Rantai makanan merupakan serangkaian proses beralihnya energi dari sumbernya yakni tumbuhan melalui organisme yang memakan dan yang dimakan. Beberapa ahli ekologi membagi 4 jenis rantai pokok di dalam sistem rantai makanan, antara lain sebagai berikut:
  1. Rantai Pemangsa Rantai ini merupanan dasar utama dimana tumbuhan hijau berlaku sebagai produsen. Peraluhan energinya dimulai dari organisme herbivora atau penyantap tumbuhan mengkonsumsi tanaman. Organisme herbivora ini disebut juga dengan nama konsumen tingkat I. Selanjutnya, organisme yang menyantap tumbuhan tersebut dimangsa oleh organisme lainnya yang disebut karnivora. Si karnovora tersebut kemudian dinamai Konsumen tingkat II. Selanjutnya adalah organisme yang memangsa karnivora maupun herbivora yakni omnivore dan dikenal dengan nama lain Konsumen tingkat III.
  2. Rantai Parasit Siklus rantai yang satu ini diawali dari organisme yang besar sampai organisme yang hidup sebagai parasit dengan mengambil makanan dari inang-nya. Contoh rantai makanan yang satu ini adalah cacing pita, jamur, benalu dan juga bakteri.
  3. Rantai Saprofit Rantai yang satu ini diawali dari matinya suatu organisme dan kemudian berujung pada daur ulang atau penguraian oleh jasad renik. Contohnya adalah jamur dan juga bakteri. Masing-masing rantai tidak berdiri sendiri melainkan saling berkesinambungan satu sama lain.
Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa rantai makanan adalah peristiwa dimana terjadi perpindahan energi atau makanan dari yang satu ke mahluk hidup lainnya dalam suatu urutan tertentu. Berikut contoh rantai makanan yang sederhana: 

Dari gambar di atas kita bisa melihat terjadi sejumlah peristiwa antara lain:
  1. Rerumputan atau tumbuhan dimakan oleh organisme tikus.
  2. selanjutnya, tikus dimangsa oleh sang ular.
  3. Kemudian ular tersebut dimangsa oleh burung elang.
  4. Saat sang elang meninggal, ia akan mati dan kemudian membusuk. Pada proses tersebut ia akan diuraikan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan kemudian diserap lagi oleh tanah tempat tanaman seperti rerumputan tumbuh.
Peristiwa-peristiwa tersebut di atas adalah rantai makanan. Dalam urutan tersebut kita bisa dengan mudah mengidentifikasi yang mana konsumen tingkat I yakni tikus, konsumen tingkat ke-II yakni ular, dan konsumen tingkat ke-III yakni elang. 



Ada banyak contoh rantai makanan lainnya. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa terdapat ragam jenis rantai makanan. Apabila rantai makanan yang satu berkaitan dengan rantai makanan lainnya maka akan terbentuk sesuatu yang dikenal dengan istilah jaring-jaring makanan. Dalam jaring-jaring makanan, tidak ada lagi urutan yang runut seperti pada rantai makanan. Coba cermati gambar jarring-jaring makanan disamping, dimana konsumen tingkat pertama tidak hanya satu, demikian selanjutnya.

Sumber :


2 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.