Thursday, October 1, 2015

Ciri-ciri Virus

“Hai guys,..... biologi kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Ciri-ciri Virus. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua menerapkan pemahaman tentang virus berkaitan  tentang ciri, replikasi, dan peran virus dalam aspek kesehatan masyarakat.”

Virus mempunyai dua fase untuk keberadaannya, yaitu di dalam sel-sel hidup (di dalam inangnya) dan di luar sel-sel hidup (di luar inangnya). Apabila di luar sel inangnya, virus terdiri dari partikel-partikel yang mempunyai ciri-ciri tersendiri (bersifat tak hidup). Akan tetapi bila berada sel inangnya virus dapat disebut sebagai makhluk hidup karena mampu berkembang biak. Terlepas apakah virus itu sebagai benda hidup atau benda tak hidup, virus dimasukan sebagi satu unit dari mikroorganisme.

Pada sistem klasifikasi lima kingdom, tidak ada satu tempat yang cocok untuk virus. Hal ini karena virus tidak menunjukan ciri-ciri hidup, misalnya respirasi, nutrisi, dan reproduksi, kecuali mereka ada di dlam sel-sel makhluk hidup lainnya (sel inangnya). Dengan kata lain, semua virus bersifat parasit dan menyebabkan kerugian pada inangnya. Beberapa ahli taksonomi mempunyai gagasan untuk memasukan virus ke dalam kingdom keenam.

1. Ukuran Virus

Ukuran virus sangat kecil dengan diameter berkisar 20-400 nanometer. Ukurannya rata-rata 50 kali lebih kecil daripada bakteri. Oleh karena itu virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron merupakan salah satu jenis mikroskop yang menggunakan energi elektron untuk memperbesar objek sampai 2 juta kali. Orang yang berhasil mendesain mikroskop elektron untuk pertama kalinya adalah Knoll dan Ruska pada tahun 1932 di Jerman.

Kimroskop elektron ada lima macam, yaitu :
  • Mikroskop tranmisi elektron (TEM)
  • Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
  • Mikroskop pemindai elektron
  • Mikroskop pemindai lingkungan elektron (ESEM)
  • Mikroskop refleksi elektron (REM)

Mikroskop elektron ini umumnya digunakan untuk penelitian tingkat mulekuler sehingga di sekolah-sekolah jarang digunakan meskipun sekolah tersebut telah memilikinya. Kecanggihan mikroskop ini juga, membuatnya dimanfaatkan di bidang industri. Contohnya mikroskop elektron digunakan untuk mengelompokan jenis-jenis tepung.

2. Materi Virus

Virus dengan bagian-bagiannya yang sudah matang disebut virion. Masing-masing virion terdiri dari jenis asam nukleat (DNA saja atau RNA saja) dan protein pelindung yang disebut kapsid. Sedangkan, protein penyusun kapsid disebut kapsomer. Kadang-kadang selubung pelindung virus tidak hanya tersusun dari protein, tapi juga mengandung karbohidrat (disebut glikoprotein) dan lemak (disebut likoprotein).

Fungsi Kapsid bagi virion adalah sebagi berikut :
  • Melindungi asam nukleat virus dari kerusakan, misalnya oleh enzim pencernaan (nuklease)
  • Pada permukaan kapsid terdapat bagian untuk mengenali reseptor (tempat melekat) pada permukaan sel inang
  • Menyediakan protein enzim untuk menembus membran sel inang ketika melakukan infeksi

Kebanyakan vius hanya memiliki satu kapsid, namun demikian ada juga beberapa virus yang memiliki beberapa lapisan kapsid. Kapsid yang berisi asam nukleat disebut nukleokapsid. Selain protein pelindung, beberapa virus mempunyai pelindung tambahan berupa membran lipoprotein  yang melingkupi nukleokapsid yang disebut kapsul. Beberapa jenis virus mempunyai alat tambahan seperti ekor dan serabut.

3. Bentuk Virus

Virus memiliki bentuk yang bermacam-macam, misalnya berbentu bola (isometrik), tangkai memanjang (filamen) dan seperti berudru katak (memiliki kepala dan ekor). Untuk memudahkan identifikasi, para ahli membagi bentuk virus ke dalam empat kelompok, yaitu :
  • Virus dengan bentuk spiral
  • Virus dengan bentuk ikosahedron
  • Virus dengan berpelindung
  • Virus dengan bentuk kompleks

Virus terkecil berbentuk ikosahedron (poligon 20 sisi) yang berukuran 18 – 20 nanometer. Kebanyakan virus tumbuhan berukuran kecil dan berbentuk filamen atau poligon, sedangkan virus pada hewan bentuk dan ukurannya lebih bervariasi. Virus yang mempunyai pelindung luar dari lippprotein, glikoprotein, atau kombinasi glikoprotein dan lipoprotein biasanya berbentuk bulat dengan diameter antara 300 – 600 nanometer.

Makhluk hidup harus melakukan metabolisme untuk melangsungkan kehidupannya. Dalam proses metabolisme diperlukan enzim untuk melangsungkan proses-proses biokimia di dalam tubuh. Virus hanya memiliki asam nukleat dan selubung protein. Bagaimana virus bisa berkembang biak?

Virus mendapatkan enzim dan bahan-bahan metabolisme dari sel yang ditumpanginya. Berbeda dengan sel, virus tidak memiliki organela seperti ribosom, motokrondia, badan golgi dan sebagainya. Karena itu virus tidak dapat menghasilkan energi sendiri dan mensintesis enzim. Jadi virus hanya dapat berkembang dan memperbanyak diri pada sel hidup yang aktif melakukan metabolisme. Oleh karena itu, virus sering disebut-sebut sebagai parasit yang sejati.

Untuk dapat berkembang dan menimbulkan infeksi pada organisme lain, virus harus tersebar dari organisme yang satu ke organisme yang lain. Virus dapat menyebar melalui hubungan langsung dan hubungan tidak langsung. Pada manusia dan hewan, batuk, bersin dan bersentuhan dapat menularkan virus seperti influenza, salesma dan gondong. Virus anjing gila ditularkan melalui gigitan. Ada pula virus yang dikeluarkan bersama tinja, kemudian dibawa oleh lalat dan ditularkan melalui makanan dan minuman. Peralatan makan seperti piring dan sendok mungkin juga membawa partikel virus dan membawanya ke inang yang baru. Virus juga dapat menular melalui serangga serangga penular yang disebut vektor. Contoh vektor penyebar penyakit pada manusia dan hewan adalah lalat, caplak dan nyamuk. Virus penyebab penyakit tumbuhan disebarkan melalui persentuhan dan gigitan serangga yang mengisap atau memakan bagian tubuh tanaman.

Bagian virus yang dapat menginfeksi sel inang adalah asam nukleat. Asam nukleat penyusun virus adalah DNA dan RNA secara bersama-sama. Umumnya asam nukleat itu berbentuk molekul tunggal, baik berupa untaian tunggal maupun untaian ganda. Akan tetapi, ada pula virus yang materi genetiknya terbagi menjadi dua bagian (untaian) atau lebih.

Berdasarkan asam nukleatnya, virus dibedakan menjadi :
  • Virus DNA, mempunyai asam nukleat berupa DNA , misalnya virus herpes, bakteriofage, dan virus cacar. DNA virus dapat berupa untaian pita tunggal atau ganda.
  • Virus RNA, mempunyai asam nukleat berupa RNA, misalnya virus hepatitis C, HIV, virus polio, virus rabies, dan virus ebola. RNA virus juga dapat berupa untaian pita tunggal dan ganda. Kebanyakan virus tumbuhan mempunyai materi genetik berupa RNA berbentuk pita tunggal.

Di dalam sel inang, virus akan merusak DNA sel inang dan mengendalikan fungsi-fungsi fisiologi sel dan memerintahkan sel inang untuk membentuk virus-virus baru. Pembentukan virus baru ini disebut replikasi.

Sumber : 
Nurhayati, Nunung.2013. Biologi : Untuk SMA/ MA Kelas X (Peminatan). Bandung : Yrama Widya 

Baca Juga :

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.